Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk
Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk
Iklan Mimbar Bangsa – Media Berita Terpercaya untuk Promosi Bisnis dan Produk
Gerakan Pasar Murah di GomoHot NewsNias SelatanPasar Murah

Bukan Sekadar Pasar Murah, 50 Ton Beras Jadi Bantalan Warga 7 Kecamatan Pascabencana

2
×

Bukan Sekadar Pasar Murah, 50 Ton Beras Jadi Bantalan Warga 7 Kecamatan Pascabencana

Share this article
Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk


Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM —
Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar pasar murah di Kecamatan Gomo, Jumat (21/8/2026). Namun, kegiatan kali ini bukan sekadar menyediakan beras dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Iklan Banner
Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk

Di tengah dampak bencana longsor yang sempat mengganggu akses dan distribusi kebutuhan pokok di wilayah perbatasan Kecamatan Sidua’ori dan Kecamatan Gomo, pemerintah menggelontorkan sebanyak 50 ton beras untuk menjadi bantalan bagi masyarakat di tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Gomo, Boronadu, Idanotae, Ulu Idanotae, Umbunasi, Mazo, dan Susua.

Langkah tersebut menjadi bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan akibat terganggunya jalur distribusi pascabencana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan menjelaskan, pasar murah sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Gomo dengan penyediaan sekitar 20 ton beras.

Namun, setelah bencana alam terjadi beberapa hari terakhir dan berdampak terhadap kondisi akses serta distribusi kebutuhan pokok, pemerintah kembali meningkatkan intervensi dengan menyediakan 50 ton beras untuk masyarakat di tujuh kecamatan.

“Bulan lalu sudah kita laksanakan pasar murah di Kecamatan Gomo sebanyak 20 ton. Karena beberapa hari lalu terjadi bencana alam, maka Dinas Ketahanan Pangan kembali melaksanakan pasar murah dengan menyediakan 50 ton untuk masyarakat di tujuh kecamatan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dalam sambutannya.

Longsor dan Ancaman Gangguan Pangan

Bagi masyarakat di wilayah Gomo dan sekitarnya, kelancaran distribusi pangan sangat bergantung pada kondisi akses transportasi.

Ketika longsor terjadi dan jalur penghubung mengalami gangguan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan. Distribusi kebutuhan pokok, termasuk beras, ikut terdampak.

Kondisi tersebut berpotensi menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga di tingkat masyarakat.

Pasar murah dengan penyediaan 50 ton beras pun menjadi salah satu langkah cepat pemerintah untuk meredam dampak tersebut sebelum tekanan terhadap kebutuhan pangan masyarakat semakin meluas.

Camat Gomo, Martinus Telaumbanua, SH, menyambut baik pelaksanaan pasar murah tersebut. Menurutnya, program ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi pascabencana yang berdampak terhadap aktivitas dan distribusi kebutuhan pokok.

Antusiasme masyarakat yang datang juga menunjukkan bahwa intervensi pemerintah masih sangat dibutuhkan ketika terjadi gangguan akses dan distribusi.

Harga Beras Sempat Mengalami Kenaikan

Tokoh masyarakat, Waozatulo Hia alias Tisi Hia, mengatakan pasar murah tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tengah kondisi yang terjadi.

Ia menjelaskan bahwa longsor di wilayah perbatasan Kecamatan Sidua’ori dan Kecamatan Gomo sempat memengaruhi distribusi beras ke wilayah tersebut.

Gangguan distribusi itu, kata dia, turut berdampak terhadap harga beras di Kecamatan Gomo dan sejumlah wilayah sekitarnya.

“Ini sangat membantu masyarakat dengan kondisi sekarang. Disebabkan longsor di perbatasan Kecamatan Sidua’ori dan Kecamatan Gomo, sempat terjadi kenaikan harga beras di Kecamatan Gomo dan sekitarnya. Dengan hadirnya pasar murah ini, masyarakat sangat terbantu sehingga harga beras di Kecamatan Gomo dan sekitarnya dapat kembali stabil,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik atau terganggunya akses jalan.

Ketika jalur distribusi terganggu, persoalan berikutnya dapat langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk harga pangan yang berpotensi mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan.

50 Ton Beras sebagai Bantalan Sosial

Dalam situasi seperti ini, pasar murah memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar kegiatan penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Ketersediaan 50 ton beras bagi masyarakat di tujuh kecamatan dapat menjadi bantalan sementara untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu menstabilkan harga di tengah gangguan distribusi pascabencana.

Langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya respons cepat pemerintah dalam membaca dampak lanjutan dari sebuah bencana.

Sebab, longsor yang mengganggu akses transportasi dapat memunculkan persoalan baru apabila distribusi kebutuhan pokok tidak segera mendapat perhatian.

Namun, pasar murah bukanlah satu-satunya jawaban.

Tantangan berikutnya bagi pemerintah daerah adalah memastikan akses transportasi yang terdampak dapat segera dipulihkan sehingga distribusi pangan kembali berjalan normal.

Stabilitas harga tidak boleh hanya bergantung pada kegiatan pasar murah yang bersifat sementara.

Pemulihan jalur distribusi, ketersediaan pasokan, serta pengawasan terhadap harga pangan menjadi faktor penting agar masyarakat di Gomo dan enam kecamatan lainnya tidak kembali menghadapi lonjakan harga setelah program pasar murah berakhir.

Bagi masyarakat, 50 ton beras yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menjadi bantuan nyata di tengah kondisi pascabencana.

Namun, lebih dari itu, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa ketika bencana mengganggu akses, pemerintah dituntut hadir bukan hanya untuk menangani kerusakan, tetapi juga menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia dan terjangkau.

Kini, setelah pasar murah digelar dan tekanan harga mulai diredam, perhatian selanjutnya tertuju pada pemulihan akses distribusi. Sebab, bagi tujuh kecamatan yang bergantung pada kelancaran jalur transportasi, jalan yang kembali normal akan menjadi kunci agar pasokan pangan tetap aman dan harga tidak kembali melonjak.

Penulis: Waoli Lase
Editor: Redaksi MIMBARBANGSA.COM 

Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *