Medan, MIMBARBANGSA.COM — Kasus Winda Lorenza Gowasa di Kota Medan kembali menjadi sorotan setelah keluarga mengungkap sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah korban. Di sisi lain, Polrestabes Medan tetap menyatakan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bunuh diri. Perbedaan pandangan tersebut kini menunggu kepastian melalui hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
Ayah kandung korban, Sanalui Gowasa, menyampaikan bahwa keluarga memiliki alasan untuk meragukan dugaan bunuh diri yang sebelumnya disampaikan pihak kepolisian. Menurutnya, kondisi fisik putrinya saat pertama kali dilihat menunjukkan sejumlah tanda yang dinilai tidak selaras dengan informasi yang diterima keluarga.
Sanalui mengaku menemukan adanya luka di bagian leher yang menurut pengamatannya menyerupai bekas pencekikan. Selain itu, ia juga melihat mata korban dalam kondisi lebam serta perubahan warna pada tubuh yang tampak kebiru-biruan.
Berdasarkan pengamatan tersebut, Sanalui menduga putrinya kemungkinan menjadi korban tindak kekerasan. Namun demikian, dugaan tersebut merupakan pandangan keluarga dan hingga kini masih menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan resmi oleh aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, Sanalui juga membantah informasi yang menyebut putrinya meninggal akibat menembak dirinya sendiri menggunakan pistol jenis revolver milik mantan suaminya yang merupakan anggota kepolisian berpangkat brigadir berinisial ISH.
Menurutnya, keluarga tidak melihat adanya bekas luka tembak sebagaimana yang selama ini diberitakan. Ia menegaskan bahwa keluarga belum menerima penjelasan lengkap mengenai hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap jenazah korban.
Hingga Rabu (5/8), Sanalui mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi dari kepolisian. Ia mengaku belum memperoleh salinan maupun penjelasan rinci mengenai hasil pemeriksaan tersebut.
“Kami diminta menunggu sampai hasil pemeriksaan selesai dan nantinya akan dijelaskan secara rinci,” ujar Sanalui.
Awalnya Dikabarkan Meninggal karena Sakit Jantung
Sanalui juga menceritakan kronologi saat pertama kali menerima kabar duka. Informasi tersebut diterimanya dari adik korban sehari setelah peristiwa terjadi.
Kala itu, ia diberi tahu bahwa putrinya telah meninggal dunia. Ketika menanyakan penyebabnya, Sanalui mengaku mendapat penjelasan awal bahwa Winda meninggal akibat sakit jantung.
Berbekal informasi tersebut, ia langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk memastikan kondisi putrinya. Namun, setibanya di rumah sakit, petugas menyampaikan bahwa tidak terdapat pasien yang meninggal akibat sakit jantung sebagaimana informasi yang diterimanya.
Petugas kemudian menginformasikan adanya jenazah perempuan yang dibawa oleh pihak kepolisian sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Sanalui akhirnya diperbolehkan melihat jenazah putrinya bersama dua anggota keluarga lainnya.
Ia mengaku hanya dapat melihat bagian wajah korban karena tubuh jenazah telah tertutup. Menurutnya, keluarga juga tidak diperkenankan mengambil foto maupun menyentuh jenazah.
Dalam kesempatan tersebut, Sanalui mengaku melihat adanya lebam pada wajah dan mata korban. Sementara bagian tubuh lainnya tidak dapat diperiksa secara langsung karena seluruhnya telah ditutup.
Polisi: Hasil Awal Mengarah pada Dugaan Bunuh Diri
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan.
Sebelumnya, Polrestabes Medan menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis mengarah pada dugaan bunuh diri.
Polisi menyebut senjata api ditemukan di dalam kamar mandi lokasi kejadian. Selain itu, hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dan autopsi disebut menemukan adanya residu pada jari, tangan, badan, serta pakaian korban.
Di sisi lain, polisi juga menyampaikan bahwa hasil swab terhadap tangan mantan suami korban, Brigadir ISH, tidak menemukan adanya residu senjata api.
Meski demikian, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Hasil autopsi dan pemeriksaan forensik secara lengkap diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai penyebab pasti kematian Winda Lorenza Gowasa sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
#WindaLorenza #Medan #PolrestabesMedan #BrigadirISH #Autopsi #BeritaMedan #MimbarBangsa #Kriminal #FaktaHukum



















